Rabu, 25 Maret 2015 - 18:02:04 WIB
BERMIMPILAH WALAU SAMPAI KE NEGERI PARA NABI
Diposting oleh : Administrator
Kategori: ALumni Kita - Dibaca: 1465 kali

Berawal dari omong kosong kemudian mimpi dan menjadi kenyataan. Kini telah dia tapaki negeri impian. Negeri 1000 menara, negeri para nabi. Alumni kita yang apa adanya ini, seorang pencari ilmu yang tak lelah bermimpi untuk mewujudkannya. Khoirun Nisa' itulah namanya dan biasa dipanggil Ninis sewaktu masih nyantri. Dia terlahir di kota sidoarjo, 15 Agustus 1996. Membaca dan belajar bermacam-macam bahasa adalah hobinya. Berkeliling dunia adalah cita-citanya. Menuntut ilmu di negeri kinanah adalah salah satu 100 target yang diimpikan dan Alhamdulillah tercapai.
Mimpi, Usaha, Do'a, dan Keyakinan yang kuat-lah yang mewujudkan cita-cita itu. Peribahasa inilah yang membuatnya bangkit untuk meraih cita-citanya Berakit- rakit kehulu. Berenang-renang ketepian. Bersakit- sakit dahulu. Bersenang-senang kemudian. Tak peduli apa yang terjadi dalam hidupnya dia tetap gigih untuk meraih cita-citanya. Dengan keyakinan yang kuat itulah dia bisa meraih cita-citanya menembus universitas impian.
“ UNIVERSITAS AL-AZHAR KAIRO MESIR “. Keyakinan yang kuat akan merubah segalanya menjadi nyata dan tak lupa doa dan restu orang tua yang selalu menyertai hidup kita.
Bermimpilah selama masih bisa bermimpi. Orang tak punya pun bisa meraih mimpi apabila ada kemauan pasti ada jalan, layaknya dia seorang gadis yang telah ditinggal ayahnya menghadap Illahi Rabbi dari umur 3,5 tahun pun tak pernah pupus bermimpi. Ibunda nya lah yang tiap hari membanting tulang untuk kehidupannya dengan berjualan jamu. Subhanallah, dengan segala perjuangan ibundanya dia pun bisa meraih mimpi.
Saat pertanyaan yang selalu hadir di waktu kelas 3 aliyah. “ Ninis mau nerusin kuliah dimana? “. Dia pun tak pernah ragu menjawab pertanyaan itu. “ Insyha Allah saya mau nerusin di al-azhar, mohon do'anya ya?.”terang dia setiap saat ditanya tentang jenjang yang akan ditempuh setelah lulus aliyah. Terkadang mendapat do'a dan terkadang dicaci maki. Namun, dia tetap optimis pada cita-citanya. Dia tak hanya mengucapkan mimpi itu tapi dia juga menulis mimpi itu. Keyakinan yang kuat atas mimpi yang diucapkan dan ditulis itu ternyata mustajabah.
Istiqomah dalam segala hal kebaikan,Belajar, sholat malam, puasa, dan menggunakan waktu sebaik-baik mungkin itulah yang membantu sebuah kesuksesannya. Saat menghadapi segala ujianpun, tak lupa dia selalu minta ke ibunya agar doanya selalu menyertainya. Doa seorang ibu itu mustajabah karena kemuliannya
Pesan saya untuk adik-adikku” Teruslah bermimpi setinggi langit, jangan pernah menyerah selama diri kalian masih bisa memperjuangkannya, Mimpi, Usaha, Do'a dan keyakinan yang kuat jangan pernah kalian abaikan, tak lupa do'a orang tua. Tulis, ucapkan dan wujudkan mimpi itu. Tatalah niat kalian mulai dari sekarang inshaa Allah yussahil lakum. Jangan pernah berhenti untuk bermimpi. Kaya dan miskin berhak meraih mimpi. Kesuksesan yang penuh perjuangan itu lebih indah. Lukislah kesuksesan kalian dengan jerih payah keringat kalian, bukan dengan duduk berleha-leha meraih kesuksesan itu. (Tim Red n' Laila, ika)



Copyright © 2013 by al-Amanah's Teams