Jumat, 27 Juni 2014 - 14:05:58 WIB
Lupakan Menabung
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Motivasi Islam - Dibaca: 1298 kali

Rumus ekonomi pasti akan mengatakan, Hemat Pangkal Kaya, rumusan ini tentu tidak salah, semakin kita rajin untuk menabung uang yang kita punya, maka status kaya pasti akan segera kita sandang. Di buku ekonomi yang ditulis oleh konsultan ekonom juga mengatakan, kalau kau pingin kaya, maka rumus yang harus dipakai dalam menejemen keuanganmu adalah pengeluaran dan kebutuhanmu harus lebih sedikit dibanding pemasukan atau pendapatanmu setiap bulannya. Jadi intinya semakin kita menabung, maka semakin cepat kita kaya.

Hal ini tentu tidak senada dengan ide, justru ide tidak boleh ditabung dan disimpan sendiri, dia harus sesering mungkin dibagi, diceritakan kepada orang lain setiap harinya, iya setiap hari, kenapa tidak?gratis kan! Atau bahkan harus ditulis. Gratis bukan berarti free, bukan berarti tidak penting. Bahkan di Internet ada orang yang jualan ide dengan harga jutaan rupiah dan ironisnya sangat laris. Banyak orang kaya, tapi miskin ide untuk menggunakan kekayaannya, banyak orang pandai, sayangnya tidak pandai menggunakan kepandaiannya. Orang boleh tidak pandai, tapi tidak boleh bodoh ide, orang boleh miskin harta, tapi tidak boleh miskin ide. Bodoh ide berarti jahil murakkab, miskin ide berarti miskin segala-galanya.

Orang bijak bierkata : “Jika aku memberimu 1 rupiah, maka engkau lebih kaya dariku 1 rupiah dan aku lebih miskin 1 rupiah darimu. Akan tetapi, jika aku memberimu 1 ide, maka engkau akan lebih kaya 1 ide dariku, dan aku tidak pernah kehilangan ideku”. Selalu berbagi apa yang kita tahu, bercerita tentang hal yang menginspirasi dan menulis sesuatu yang baru adalah cermin kepantasan Manusia Sukses. Cara dia memandang seseorang dan menyapapun sudah beraroma Manusia Sukses. Yang jelas memberi itu lebih baik dari pada meminta atau menabung. Karena tangan di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah.

Setiap hari harus berfikir, hari ini apa yang sudah aku berikan?, orang yang filosofi hidupnya memberi, memberi dan memberi hidupnya akan ditanggung Tuhan, Ingat Tuhan itu tidak tidur! Lihat saja, di sana ada seseorang yang tinggal di desa yang tujuan hidupnya hanya ingin memberi, menyisir rambutpun ia tak sempat apalagi menyapu kamarnya, Pagi ia mengajar, siang ia membersihkan sekolah bekas muridnya belajar, sore ia keliling menyapa muridnya, dan malam jaga sembari mengunci gerbang sekolah, Ia tak pernah Tanya soal gaji bulanan, atau ganti uang transport dan pulsa ketika tugas demi muridnya, semua nafasnya untuk memberikan yang terbaik dalam mendidik murid-muridnya. Ternyata rahasia dibalik semua itu banyak orang yang berebut menyapu rumahnya, anak-anaknya tumbuh dengan baik dan tidak merepotkan, dan di akhir ceritanya ada orang asing yang tidak pernah ia kenal menawarkan mobil baru untuk ia pakai agar tidak kehujanan, dan akhirnyapun ia pergi haji gratis dari sesorang yang tidak ia sangka. Hidupnya digaransi oleh Tuhan, kebutuhannya tercukupi, Anak-anaknya sudah ada yang memfikirkan, istrinyapun setia menungguinya. Apalagi yang kurang?

Hidup itu harus punya tujuan, punya arti, ataukah kita hanya akan menjadi mayat yang nanti nama kita hanya tertulis dan terkenang di batu nisan kita saja, jangankan anak-cucu, semutpun tak mampu mengenali kita, karena kita tidak pernah memberi arti untuk mereka. Lakukan yang terbaik dalam hidupmu, memberilah dengan sebanyak-banyaknya, memberi tidak harus uang, apa saja yang engkau punya. Bukankah Para Tokoh dan Ulama yang hobinya memberi sampai hari ini namanya tetap hidup dan dikenang umat manusia, entah dalam tulisan, cerita atau acara peringatan-peringatan yang diadakan oleh para manusia zaman ini. Dan pertanyaannya adalah sudahkah kita memberi hari ini?Seribu senyuman untukmu…

 

Oleh : H.Fahrizal Ischaq,Lc. 








    Admin Zyi



Copyright © 2013 by al-Amanah's Teams