Rabu, 12 Juni 2013 - 22:22:47 WIB
WISUDAH SANTRI 2011
Diposting oleh : Administrator
Kategori: KegiatanPesantren - Dibaca: 7768 kali

Minggu, tanggal 15 Mei 2011 bisa jadi menjadi hari istimewa bagi santri kelas IX dan XII Pesantren Modern al-Amanah. Karena pada hari itu, mereka diwisudah usai mengikuti serangkaian ujian yang amat menguras tenaga dan fikiran. Mulai dari ujian sekolah, praktek, nasional dan ujian pondok, lebih lagi dengan ujian munaqosah yang kerap bikin nangis. Maka wisudah santri merupakan momen yang amat membahagiakan, tidak saja bagi sntri sendiri tapi juga bagi wali santri dan para asatidz.

Mengingat begitu pentingnya, Pengasuh, KH. Nurcholis Misbah dalam tausiah hariannya kerap menyampaikan kepada para asatidz agar, “Jadikan tiap hari sebagai hari yang istimewa bagi santri. Karena hari itu tidak akan pernah kembali dan tidak dapat diulang”. Oleh karenanya, panitia senantiasa berusaha memberikan suasana yang istimewa bagi setiap kegiatan yang diselenggarakan.

Tim al-Amanah net mencoba mengorek informasi kepada Ustd. Muh. Nursalim selaku panitia wisuda kali ini. Beliau menuturkan, konsep wisuda kali ini sedikit berbeda dengan biasanya. Pertama, diselenggarakan pada siang hari sehingga santri dapat langsung pulang bersama orang tua usai acara kegiatan. Kedua, undangan hanya untuk wali santri kelas tiga (IX dan XII), tidak mengundang wali santri yang lain maupun tokoh-tokoh masyarakat. Maka yang hadir dan  memenuhi tempat kegiatan adalah santri kelas satu dan dua, para asatidz, santri kelas tiga dan wali santri. Formasi demikian dimaksudkan agar kegiatan betul-betul menjadi milik santri, sehingga terjalin keakraban yang kokoh antar santri dalam tiap angkatan.

Ketiga, bagi santri kelas tiga yang melakukan pelanggaran tata tertib dan peraturan pesantren maupun sekolah maka mereka tidak diikutkan kegiatan wisuda Dari 133 santri SMP terdapat seorang santri yang tidak diikutkan wisuda, dan 3 orang santri Aliyah dari 36 anak yang tidak diikutkan wisuda. Kebijakan ini diambil untuk memberikan pelajaran kepada para santri kelas tiga, baik SMP maupun Aliyah, agar tidak bermain-main dengan peraturan dan tata tertib yang sudah menjadi kesepakatan.  Juga menjadi pemblajaran bagi kelas satu dan dua agar dapat mengontrol setiap tingkah laku dan tindakannya supaya tidak merugikan dirinya.

Sementara itu Ustdzah A’yun selaku seksi bidang acara yang bertangungjawab terhadap seluruh rangkaian acara wisudah menuturkan, acara wisuda buka dengan sajian atraksi dari grup shalawat Hubbun Naby santri pesantren  modern al-Amanah. Dilanjutkan kemudian dengan sambutan terhadap para wisudawan memasuki arena wisudah.

Untuk acara inti diawali dengan pembukaan yang dipandu oleh Zulfia Afif dan Nur Azizah kelas X Aliyah. Kemudian gema wahyu Ilahi disenandungkan oleh M. Akhyat Maksun, kelas VII SMP Bilter, dan dilanjutkan prakata panitia oleh Ustd. Moh. Nursalim, Waka Kesiswaan Madrasah Aliyah Bilingual. Acara selanjutnya adalah prosesi wisudah, tiap wisudawan dan wisudawati dipanggil satu persatu untuk naik ke pangung. Kemudian dilanjutkan Ikrar Alumni yang dipimpin oleh pengasuh.

Memasuki acara sambutan diawali oleh Dani Rohmatin, siswa kelas XII Aliyah mewakili wisudawan. Sedangkan sambutan dari pihak orang tua wali santri diwakili oleh Bpk. H. Harjono, S.Pd. Acara dilanjutkan dengan tausiyah pengasuh. Dalam tausiyahnya, beliau memaparkan bahwa para santri akan banyak menghadapi tantangan di masyarakat yang itu tak jarang akan kerap menimbulkan pergolakan; pergolakan pemikiran dan batin. Karena itu, para santri harus mempersiapkan diri sejak dini, dan yang paling penting dalam menghadapi itu semua adalah dengan tetap menjaga ketaqwaan dan akhlakul karimah.

Sementara itu, mauidho hasanah disampaikan oleh KH. M. Salim Imron. Beliau menuturkan bahwa anak disamping sebagai ni’mah juga amanah. Karena itu, orang tua harus pandai-pandai mensyukuri dan menjaga amanah tersebut. Setiap anak terlahir dalam kondisi suci, maka orang tuanyalah yang menjadikan anak tersebut memiliki akhlak yang baik maupun bukruk. Orang tua yaitu; orang tua biologi, guru dan masyarakat. Ketiga orang tua ini memiliki peran yang amat penting dalam pembentukan karakter anak, maka mereka harus bersinergi secara bagus guna melahirkan genarasi yang bagus pula.



Copyright © 2013 by al-Amanah's Teams